Transfer Enzo Fernandez akhirnya tuntas di bursa musim panas ini. Manchester City resmi mendapatkan gelandang Chelsea itu dengan biaya £125 juta, angka yang menyamai rekor transfer termahal di Inggris. Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri saga transfer terpanjang musim panas yang berlangsung selama 79 hari.
Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan negosiasi, melainkan bukti dukungan penuh manajemen City kepada manajer anyar mereka, Enzo Maresca. Fernandez adalah target utama Maresca sejak awal, dan City rela memecahkan rekor transfer internal mereka untuk kedua kalinya musim ini demi mewujudkannya. Penunjukan Maresca sendiri sempat memicu ketegangan dengan Chelsea, tetapi sumber senior City menegaskan tidak ada rasa dendam antara kedua klub.
Fakta Utama Transfer Enzo Fernandez
City membayar £125 juta untuk pemain berusia 25 tahun asal Argentina itu, menjadikannya rekor bersama Inggris yang sebelumnya dicetak Liverpool saat membeli Alexander Isak dari Newcastle pada hari yang sama musim panas lalu. Dengan nilai tersebut, City memecahkan rekor transfer internal mereka untuk kedua kalinya dalam satu bursa, setelah Elliot Anderson yang diboyong seharga £116 juta. Angka itu juga berarti Chelsea menerima £5 juta lebih banyak dari valuasi awal mereka yang mencapai £120 juta.
- £125 juta — menyamai rekor transfer termahal bersama Inggris.
- Dua kali pecahkan rekor klub — setelah Elliot Anderson (£116 juta), kini giliran Fernandez.
- Pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang dua kali pindah dengan nilai di atas £100 juta.
Yang lebih bersejarah, Enzo Fernandez kini menjadi pemain pertama yang dua kali menjadi bagian dari transfer senilai lebih dari £100 juta. Sebelum tiba di Stamford Bridge, ia dibeli Chelsea dari Benfica dengan harga £107 juta pada 2023. Dengan pencapaian ini, ia bergabung bersama Alan Shearer dan Rio Ferdinand sebagai satu-satunya pemain yang dua kali memecahkan rekor transfer Inggris di era Premier League.
Mengapa City Memburu Eks Kapten Chelsea Ini?
Faktor utama di balik transfer Enzo Fernandez adalah sosok Maresca yang ingin kembali bekerja sama dengan kaptennya di Chelsea. Manajer berusia 46 tahun itu menginginkan pemain yang benar-benar bisa ia percaya dan andalkan, seseorang yang sudah hafal instruksi serta pola permainan yang ia terapkan. Pendekatan ini mirip dengan langkahnya di Chelsea pada 2023, ketika ia merekrut Kiernan Dewsbury-Hall yang pernah membantunya meraih gelar Championship bersama Leicester.
Sebelum bursa ditutup, Maresca bahkan sempat mengisyaratkan keinginannya menambah “seorang kapten” dalam konferensi pers jelang pertandingan akhir pekan. Kebutuhan ini muncul karena City kehilangan Bernardo Silva, John Stones, dan Rodri, sehingga Ruben Dias mengambil alih ban kapten dan Erling Haaland masuk dalam kelompok kepemimpinan. City sebelumnya juga sempat tertarik pada Pedro Neto dan Malo Gusto, tetapi harga yang dipatok membuat mereka mengurungkan niat.
Kebutuhan mendesak di lini tengah kian terasa setelah Rodri, Tijjani Reijnders, dan Nico Gonzalez hengkang. Pada laga pembuka melawan Bournemouth, Maresca terpaksa menempatkan bek tengah Marc Guehi sebagai gelandang bertahan, sebuah keputusan yang mengejutkan pemain itu sendiri. Kondisi ini terjadi karena kesepakatan untuk Ayyoub Bouaddi belum tuntas, sehingga Guehi bermain berdampingan dengan Anderson.
Kronologi dan Drama di Balik Kesepakatan
Enzo Fernandez sebenarnya sempat meraih sukses bersama Chelsea di bawah arahan Maresca, termasuk memenangkan Liga Conference Eropa 2025 dan Piala Dunia Klub pada musim panas yang sama. Namun, situasi berubah ketika Maresca meninggalkan Stamford Bridge pada Januari. Dua bulan kemudian, setelah Chelsea tersingkir dari Liga Champions, Fernandez mengaku tidak yakin akan bertahan di klub.
Pilihan utamanya adalah Real Madrid, tetapi raksasa La Liga itu menilai gelandang Argentina ini terlalu mahal dan tak pernah mengajukan tawaran resmi. Manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, sempat berbicara langsung dengan Fernandez untuk mengubah keputusannya, tetapi usaha itu sia-sia. Cemoohan dari supporter sendiri pada laga persahabatan melawan Real Sociedad semakin memperkuat arah kepergiannya.
Fernandez akhirnya ditinggalkan dari skuad dalam kemenangan atas Luton dan Brighton, yang menjadi sinyal bahwa kepergiannya tinggal menunggu waktu. Chelsea awalnya menetapkan tenggat 14 Agustus bagi klub yang ingin menyamai valuasi £120 juta, tetapi tak ada satu pun tawaran yang masuk. Pada Senin, Chelsea meminta £135 juta, namun City menolak dan menawar £125 juta keesokan harinya, yang kemudian diterima.
Dampak Besar di Balik Transfer Enzo Fernandez
Bagi Manchester City
Bagi City, kedatangan Fernandez menambal lubang besar di lini tengah dan memberikan pengalaman juara yang berharga. Gelandang berusia 25 tahun itu memenangkan Piala Dunia 2022 bersama Argentina dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen. Ia juga membantu La Albiceleste mencapai final kedua berturut-turut pada Juli lalu.
Meski gaya bermainnya kerap menuai kontroversi, Fernandez dikenal sebagai pemain yang disukai rekan setim dan kerap mengganggu lawan. Kehadirannya diharapkan menjadi kunci bagi Maresca untuk bersaing di empat ajang musim ini. City sendiri memulai musim dengan dua kemenangan beruntun di Premier League, dan mereka berharap momentum itu terus berlanjut.
City memang meraih double domestik di musim terakhir Guardiola, tetapi gagal di Premier League dan Liga Champions. Tekanan kini berada di pundak Maresca untuk memperbaiki capaian tersebut. Fernandez diyakini menjadi alat terakhir yang dibutuhkan untuk tantangan di semua kompetisi.
Bagi Chelsea
Di sisi Chelsea, penjualan ini mendatangkan keuntungan finansial besar. Klub London itu telah mengumpulkan lebih dari £425 juta dari penjualan pemain musim panas ini, termasuk bonus, dan angka itu diperkirakan mendekati £500 juta jika biaya peminjaman dihitung. Namun, ada konsekuensi yang tak terhindarkan: Chelsea kehilangan kapten mereka tanpa pengganti langsung.
Twist di Hari Terakhir Bursa
Chelsea awalnya berencana menabung uang hasil penjualan Fernandez tanpa merekrut pengganti langsung. Namun, saat waktu terus berjalan di hari penutupan bursa, mereka berbalik arah dengan menyepakati transfer Lamine Camara dari Monaco senilai £47 juta. Sayangnya, pada pukul 23:00 BST, Monaco membatalkan kesepakatan tertulis tersebut setelah merenegosiasi transfer striker asal Amerika Serikat, Folarin Balogun, ke Everton.
Alhasil, Chelsea harus merelakan Fernandez tanpa mendapatkan pengganti, meski sebenarnya mereka bisa membatalkan transfer di menit akhir. Keputusan untuk tetap menepati janji dan mengizinkan Fernandez bergabung dengan City menunjukkan komitmen klub terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Fernandez akan tampil di bawah asuhan Maresca.
Kesepakatan transfer Enzo Fernandez ini bukan hanya soal angka fantastis, tetapi juga cerminan ambisi sekaligus drama yang mewarnai bursa transfer modern. City mendapatkan pemain yang menjadi target utama manajer mereka, sementara Chelsea harus menerima kenyataan kehilangan kapten di menit-menit akhir. Waktu yang akan membuktikan apakah rekor £125 juta ini sepadan dengan ekspektasi kedua belah pihak.
