Pekan besar dalam Liga Champions telah usai, menyajikan berbagai cerita menarik mulai dari pesta gol Barcelona hingga drama pengunduran diri yang ditolak. Ajang elite Eropa ini kembali menyita perhatian pecinta sepak bola dunia dengan sejumlah aksi heroik dan kejutan. Dari Camp Nou hingga ke Azerbaijan, setiap pertandingan menghadirkan narasi yang layak disimak.
Kompetisi ini memasuki babak liga yang baru, dan bagi beberapa klub, ini adalah langkah awal menuju kejayaan yang sudah lama dinanti. Barcelona, misalnya, belum meraih gelar sejak 2015 dan kini berusaha mengakhiri penantian panjang. Sementara itu, kembalinya José Mourinho ke Real Madrid menambah bumbu persaingan di kursi kepelatihan. Mari kita ulas lebih dalam peristiwa penting yang mewarnai pekan ini.
Barcelona Pesta Gol, Feyenoord Jadi Korban
Barcelona memulai perjalanannya di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Feyenoord pada Rabu malam yang hujan di Camp Nou. Tim asuhan Hansi Flick menunjukkan bahwa kualitas serangan mereka masih yang terbaik, dengan gol-gol yang menghibur penonton. Kemenangan ini menjadi sinyal positif bahwa Blaugrana serius ingin merebut kembali mahkota yang terakhir mereka raih pada 2015.
Lamine Yamal, yang dinobatkan sebagai penerus Lionel Messi, mencetak gol melalui tendangan bebas yang berantakan. Pemain muda itu sudah menjadi juara Eropa dan dunia bersama Spanyol, sehingga Liga Champions menjadi frontier berikutnya. Raphinha juga tampil impresif dengan mencetak dua gol, gol pertamanya membuat para bek Feyenoord terpeleset. Gabriel Jesus, rekrutan musim panas, turut mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali bagi Barca.
Rezim presiden Joan Laporta terus melakukan berbagai manuver finansial yang membingungkan para ahli, namun di lapangan hasilnya mulai terlihat. Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri bagi Barcelona untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya. Pertanyaan besarnya adalah apakah konsistensi ini bisa dipertahankan sepanjang musim.
Troy Parrott: Pahlawan Baru Irlandia di La Liga
Troy Parrott menjadi sorotan setelah pindah ke Real Betis musim panas ini, mengubah laga melawan Lille menjadi atraksi utama bagi diaspora Irlandia. Sebelumnya, pertandingan antara Betis dan Lille mungkin tidak terlalu menarik bagi penggemar Irlandia. Namun kini, tim berwarna hijau-putih itu menjadi obsesi baru mereka berkat kehadiran Parrott.
Pencetak gol dalam kemenangan playoff Piala Dunia di Hungaria tahun lalu itu kini mendekati status pahlawan nasional. Keputusannya memilih Andalusia daripada memimpin West Ham di Championship menunjukkan bahwa ia memiliki cakrawala luas. Mantan trainee Tottenham ini sedang mencapai puncak performanya di La Liga.
Setelah mencetak gol kemenangan melawan Real Madrid akhir pekan lalu, Parrott kembali bersinar di Prancis utara. Penyelesaian kaki kiri yang diseret memberi keunggulan 3-2 bagi Betis yang berhasil dipertahankan hingga akhir. “Saya tidak berpikir saya akan pernah memiliki malam yang lebih baik dalam hidup saya,” kata Parrott tentang malam kejayaannya di Budapest. Jika itu masih benar, penampilannya pada Jumat dan Selasa hampir menyamai malam tersebut.
Drama Liga Champions: Resign Ditolak, Mourinho Kembali
Fenerbahce menorehkan cerita aneh setelah bermain imbang 1-1 dengan Roma. Pelatih veteran mereka, Ismail Kartal, tiba-tiba mengundurkan diri setelah pertandingan dengan alasan “untuk membuka jalan”. Drama memuncak ketika presiden klub, Aziz Yildirim, menyatakan tidak akan menerima pengunduran diri tersebut. “Tidak perlu dia mengatakan bahwa dia akan melanjutkan,” kata Yildirim. “Saya atasannya, saya bilang dia harus melanjutkan dan itu saja. Kami keluarga.”
Alasan di balik keputusan mendadak itu adalah kekesalan Kartal karena ada botol yang dilempar ke arahnya. Insiden ini menambah bumbu persaingan di Liga Champions, menunjukkan bahwa tekanan di level tertinggi sangat besar. Kita tunggu apakah Kartal benar-benar bertahan atau ada perkembangan lain.
Sementara itu, José Mourinho kembali ke Real Madrid dan langsung menjadi sorotan. Sebelum diwawancarai setelah kemenangan tipis 2-1 atas Inter, ia harus mendengarkan kritik dari legenda Madrid, Raúl González. Kritik tersebut tampaknya ditujukan kepada Trent Alexander-Arnold yang bermain di lini tengah. Mourinho sendiri mengakui bahwa lini tengah timnya lemah dan pertandingan bisa saja berakhir 7-6.
Bintang Pekan Ini: Michael Olise dan Manchester United
Musim Ballon D’Or telah tiba, dan Michael Olise dari Bayern Munich menjadi salah satu nominasi utama. Ia mencetak dua gol melawan Bodø/Glimt, meskipun tim Norwegia itu berusaha menandainya secara agresif. Upaya mereka sia-sia karena Bayern mencetak lima gol di babak kedua, dengan Olise menjadi motor serangan. Usai pertandingan, pemain Prancis itu memberikan wawancara datar khas dirinya. “Saya tidak tahu … saya hanya menembak dan masuk,” ujarnya ketika ditanya bagaimana rasanya mencetak gol hebat.
Di sisi lain, Manchester United menghadapi klub yang baru dibentuk pada 2017, Sabah, juara Azerbaijan musim lalu. Sabah dilatih oleh Valdas Dambrauskas, mantan pelatih sekolah sepak bola United dan pemuda Brentford yang juga pernah bekerja sebagai pembersih pub dan tukang kebun di Inggris. Perjalanannya dari Lithuania ke Manchester dibiayai oleh kemenangan di Who Wants To Be A Millionaire. Sayangnya, kepulangan itu tidak berjalan mulus karena United menang 4-0. Youri Tielemans dan Bruno Fernandes tampil memukau, dengan Fernandes benar-benar mendominasi pertandingan. “Dia benar-benar menghancurkan kami,” kata Dambrauskas tentang Fernandes.
Hasil ini menjadi pertanda buruk bagi Sabah yang akan menghadapi Dortmund, Barcelona, dan Napoli di Azerbaijan, serta perjalanan ke Arsenal. Sementara itu, United menunjukkan performa menjanjikan yang bisa menjadi modal berharga di kompetisi ini.
Laga Berikutnya: PSG vs Manchester City dan Duel Panas Lainnya
Setelah jeda internasional yang panjang, penggemar harus menunggu lebih dari sebulan untuk putaran kedua pertandingan Liga Champions. Juara bertahan Paris Saint-Germain, yang mencari gelar ketiga berturut-turut, akan bertandang ke markas Manchester City dalam laga grand-slam. Enzo Maresca telah melakukan upaya layak untuk menggantikan Pep Guardiola dengan empat kemenangan dalam empat pertandingan. Sementara itu, dua gol Erling Haaland di Porto membawanya ke 167 gol, menempatkannya di urutan ketiga daftar pencetak gol terbanyak klub, hanya tertinggal 10 gol dari Eric Brook yang bermain hingga Perang Dunia II.
Mourinho, jika tetap bertahan di Real Madrid, akan kembali ke Roma. Manchester United akan bertandang ke Atlético Madrid, yang menyingkirkan mereka di babak 16 besar pada 2021-22, pertemuan pertama mereka di kompetisi ini. Pertandingan-pertandingan ini diprediksi akan menyajikan drama dan ketegangan yang tidak kalah menarik dari pekan sebelumnya. Liga Champions selalu punya cara untuk menghadirkan kejutan, dan kita tidak sabar menantikan aksi berikutnya.
Kesimpulan
Pekan ini menegaskan bahwa Liga Champions tetap menjadi panggung paling bergengsi bagi klub-klub Eropa. Dari heroiknya Troy Parrott hingga drama pengunduran diri yang ditolak, setiap momen menjadi bahan perbincangan. Barcelona, Bayern, dan Manchester United menunjukkan kekuatan mereka, sementara Mourinho kembali dengan tekanan besar. Kita akan melihat apakah mereka bisa mempertahankan momentum hingga putaran berikutnya.
