Skuad USWNT untuk dua laga uji coba Oktober melawan Spanyol resmi diumumkan, dan nama Ashley Sanchez langsung mencuri perhatian. Penyerang North Carolina Courage itu kembali dipanggil ke tim nasional Amerika Serikat setelah menjalani musim terbaiknya di NWSL. Selain Sanchez, Emma Hayes juga menyambut kembali Naomi Girma dan Sam Coffey, dua pemain yang berkarier di Women’s Super League Inggris.
Pemanggilan ini menjadi jendela penting bagi timnas putri Amerika Serikat karena lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Spanyol datang sebagai juara Piala Dunia bertahan, sehingga dua pertemuan ini akan menjadi tolok ukur nyata bagi kualitas kedalaman skuat asuhan Hayes. Total ada 26 pemain yang dipanggil, dengan empat nama belum pernah mencetak penampilan senior bersama tim nasional.
Ashley Sanchez Akhirnya Dipanggil Kembali
Nama Ashley Sanchez menjadi topik hangat di kalangan pengamat NWSL sepanjang musim ini, dan pemanggilan tersebut kini resmi terwujud. Sebagai gelandang serang, Sanchez tengah menjalani musim terbaik dalam kariernya bersama North Carolina Courage dengan torehan 20 gol dari 26 pertandingan. Angka itu sudah cukup membuatnya memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim oleh pemain Amerika di NWSL.
Sanchez bahkan berada di ambang rekor lain. Jika menambah satu gol lagi, ia akan melewati catatan gol keseluruhan milik Temwa Chawinga. Produktivitas sebesar itu membuatnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat gelar MVP musim ini, dan menjadi alasan utama mengapa Hayes memutuskan memanggilnya kembali.
Panggilan terakhir Sanchez sebelumnya terjadi pada Oktober 2024, tepatnya pada laga uji coba melawan Argentina di awal masa kepelatihan Hayes. Sebelumnya, ia sempat masuk skuat Piala Dunia Wanita 2023 tetapi tidak pernah mendapat kesempatan bermain. Sejak saat itu, posisinya sering tergeser oleh alternatif lain seperti Rose Lavelle, Jaedyn Shaw, dan Croix Bethune.
Kehadiran kembali Sanchez juga memberi petunjuk mengapa Shaw absen di jendela ini. Shaw baru saja mencetak dua gol akhir pekan lalu, membawa koleksi golnya menjadi sembilan untuk Gotham musim ini. Ia tercatat sebagai langganan tim nasional seusai Piala Dunia terakhir, dengan 17 penampilan sepanjang 2024 dan 16 penampilan tambahan sejak awal 2025.
Mallory Swanson dan Lini Serang yang Kembali Lengkap
Mallory Swanson termasuk nama yang kembali masuk daftar setelah terlibat di kamp Juni lalu, meski tidak turun bermain pada dua laga uji coba yang berjalan ketat melawan Brasil. Penampilan terakhirnya bersama tim nasional adalah momen penentu di final Olimpiade 2024, ketika ia mencetak gol sekaligus mengantar tim meraih medali emas. Kembalinya Swanson menambah opsi di lini serang yang sudah dipenuhi pemain berpengalaman.
Kondisi kebugaran Swanson masih menjadi catatan tersendiri. Ia hanya tampil pada satu dari lima pertandingan terakhir Chicago Stars, karena masih dalam proses pemulihan cedera sekaligus menyesuaikan diri setelah kelahiran putrinya pada akhir tahun lalu. Meski begitu, kepercayaan Hayes kepadanya tidak surut berkat kontribusinya bersama trio yang dijuluki “Triple Espresso” bersama Trinity Rodman dan Sophia Wilson.
Ketiganya kembali masuk skuat untuk laga Oktober ini, dan nama Alyssa Thompson menjadi pelengkap yang menarik untuk dicermati. Pemain asal Los Angeles itu berusaha memperkuat klaimnya sebagai pilihan utama di sayap kiri, setelah tampil sebagai penentu kemenangan atas Arsenal pada akhir pekan. Gaya bermainnya dinilai cocok berdampingan dengan Wilson dan Rodman, karena ia berani bergerak maju dengan tegas sekaligus mampu menarik perhatian bek untuk membuka ruang bagi rekan setim, tanpa mengorbankan instingnya mencetak gol sendiri.
Di sisi kanan, Emma Sears dan Michelle Cooper hadir sebagai alternatif yang tidak bisa diabaikan. Menariknya, tim pelatih menempatkan Swanson dalam kelompok gelandang dan Sanchez dalam kelompok penyerang, sebuah detail yang menunjukkan bagaimana Hayes memandang peran keduanya di lapangan.
Naomi Girma Kembali Meski Belum Sepenuhnya Match Fit
Kembalinya Naomi Girma diharapkan memperbaiki kualitas permainan tim di sepertiga pertahanan. Pemain Chelsea itu dikenal sebagai titik fokus utama dalam membangun serangan dari belakang, dan hampir selalu memimpin tim dalam jumlah sentuhan bola setiap kali tersedia. Kehadirannya memberi struktur yang lebih jelas ketika tim menguasai bola maupun saat harus bertahan.
Namun, ada satu catatan penting: Girma belum memiliki ketajaman bertanding yang ideal. Ia belum tampil untuk Chelsea sejak awal September karena cedera, sehingga menit bermainnya bersama tim nasional perlu dikelola dengan hati-hati. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa kedalaman di lini belakang tetap menjadi perhatian utama di jendela pertandingan kali ini.
Kedalaman itu sebenarnya cukup menjanjikan. Semua delapan bek yang dipanggil telah mencatat minimal tujuh penampilan bersama timnas putri Amerika Serikat, termasuk opsi-opsi muda seperti Kennedy Wesley, Gisele Thompson, dan Lilly Reale. Emily Fox, Tierna Davidson, Tara Rudd, serta Avery Patterson melengkapi pilihan yang tersedia di sepanjang lini pertahanan.
Stabilitas Lini Tengah dan Wajah-Wajah Baru
Sam Coffey menawarkan kestabilan serupa di dasar lini tengah, sehingga Hayes bisa memakai hampir semua opsi yang paling ia andalkan di jendela ini. Lindsey Heaps datang dengan koleksi 178 penampilan, meskipun ketersediaannya sempat naik-turun sejak bergabung dengan tim ekspansi Denver Summit pada musim panas lalu. Claire Hutton dan Lily Yohannes telah berkembang menjadi kontributor reguler sejak Olimpiade, sementara Rose Lavelle tetap tampil apik untuk Gotham.
Di lini pertahanan, satu-satunya pendatang baru di sektor gelandang adalah Evelyn Shores. Pemain berusia 21 tahun itu lebih sering bermain sebagai bek kiri untuk Angel City, tetapi ancaman kreativitasnya melalui umpan lambung dan tendangan sudut membuatnya berharga. Kehadirannya memberi Hayes opsi tambahan di sisi kiri yang memang dibutuhkan.
Dua penyerang berpeluang menjalani debut pada jendela ini. Pietra Tordin tampil mengesankan di musim keduanya bersama Portland Thorns dengan torehan tujuh gol dan sembilan assist dalam 2.086 menit bermain, dan kemitraannya dengan Wilson terbentuk dengan cepat karena ia diuntungkan oleh perhatian ekstra yang diterima Wilson dari pemain lawan. Trinity Byars juga datang tanpa penampilan senior, dengan pemain berusia 23 tahun itu mencetak 10 gol dalam waktu sedikit lebih dari 1.000 menit untuk San Diego.
Di bawah mistar, Jordan Silkowitz berpeluang meraih penampilan pertamanya setelah musim yang solid bersama Bay FC. Ia menempati peringkat kedua di NWSL dengan 10,4 gol yang berhasil dicegah, sebuah metrik yang membandingkan gol yang kebobolan dengan ekspektasi gol dari tembakan yang dihadapinya. Ia juga memimpin seluruh kiper NWSL dalam menit bermain tanpa kesalahan mengantisipasi umpan silang, dan akan bersaing menit bermain dengan dua nama yang paling dipercaya Hayes, yaitu Phallon Tullis-Joyce dari Manchester United dan Claudia Dickey dari Seattle Reign.
Dampak Pemanggilan bagi Hayes dan Persaingan Internal
Pertanyaan terbesar dari pemanggilan Sanchez adalah seberapa besar performanya bersama North Carolina bisa tersalin ke level tim nasional. Courage membangun tim dengan cara yang menyesuaikan kekuatan Sanchez, memberinya kebebasan sebagai pengatur serangan sekaligus ancaman gol utama. Di tim Hayes, peran seperti itu sudah diisi banyak pemain yang juga nyaman menjalankannya, sehingga bukan tidak mungkin Sanchez harus beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih sempit.
Tantangan itu bukan berarti Sanchez tidak dibutuhkan. Setiap tim selalu memerlukan pemain yang mampu menciptakan momen penentu di sepertiga akhir, dan Sanchez punya kemampuan itu. Yang dibutuhkan adalah kecocokan taktik yang tepat, sehingga staf pelatih dan pemain bersangkutan perlu mencari cara terbaik untuk memaksimalkan ancamannya.
Hayes sendiri menegaskan bahwa kamp kali ini lebih dari sekadar persiapan menghadapi lawan berat. Ia menyebut bahwa ia terus berpikir tentang perjalanan yang dilalui timnya bersama-sama, dan bahwa kamp ini akan menjadi momen untuk membangun kembali koneksi setelah jeda panjang. Selain itu, ia ingin melihat beberapa pemain yang belum bergabung di siklus ini serta menampilkan performa terbaik di depan stadion yang penuh.
Konteks Lebih Luas dan Laga Berikutnya
Uji coba melawan Spanyol menjadi kesempatan langka untuk mengukur sejauh mana skuat Amerika Serikat berkembang sejak pergantian pelatih. Menghadapi juara bertahan Piala Dunia berarti setiap kelemahan, mulai dari ketajaman bertanding pemain yang lama absen hingga minimnya pengalaman nama-nama baru, berpotensi terekspos. Di sisi lain, laga seperti ini justru menjadi ruang aman untuk bereksperimen sebelum turnamen besar berikutnya.
Jendela Oktober juga akan menjadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain yang baru masuk lingkungan tim nasional. Empat nama tanpa penampilan senior mendapat kesempatan karena performa kuat mereka di NWSL, sebuah sinyal bahwa Hayes bersedia memberi ruang bagi pemain yang sedang dalam tren positif. Jika mereka mampu menunjukkan adaptasi cepat, peluang masuk ke skuat jangka panjang akan terbuka lebih lebar.
Laga pertama melawan Spanyol akan digelar di Washington DC pada 10 Oktober, disusul laga kedua pada 13 Oktober di Philadelphia. Dua pertemuan itu menjadi tonggak awal dari rangkaian jendela pertandingan berikutnya, sekaligus kesempatan bagi Hayes untuk menilai siapa saja yang layak masuk perencanaan jangka panjang.
Daftar Lengkap Skuad USWNT
- Kiper: Claudia Dickey (Seattle Reign), Jordan Silkowitz (Bay FC), Phallon Tullis-Joyce (Manchester United)
- Bek: Tierna Davidson (Gotham FC), Emily Fox (Arsenal), Naomi Girma (Chelsea), Avery Patterson (Houston Dash), Lilly Reale (Boston Legacy), Tara Rudd (Washington Spirit), Gisele Thompson (Angel City), Kennedy Wesley (San Diego Wave)
- Gelandang: Sam Coffey (Manchester City), Lindsey Heaps (Denver Summit), Claire Hutton (Bay FC), Rose Lavelle (Gotham FC), Evelyn Shores (Angel City), Mallory Swanson (Chicago Stars), Lily Yohannes (OL Lyonnes)
- Penyerang: Trinity Byars (San Diego Wave), Michelle Cooper (Kansas City Current), Trinity Rodman (Washington Spirit), Emma Sears (Racing Louisville), Ashley Sanchez (North Carolina Courage), Pietra Tordin (Portland Thorns), Alyssa Thompson (Chelsea), Sophia Wilson (Portland Thorns)
Kesimpulan
Pemanggilan Ashley Sanchez menjadi bintang utama dalam pengumuman skuat USWNT kali ini, menyusul performa 20 golnya bersama North Carolina Courage yang memecahkan rekor pemain Amerika di NWSL. Kembalinya Naomi Girma dan Sam Coffey memberi tambahan kualitas di lini belakang dan tengah, sementara Mallory Swanson melengkapi kembali trio “Triple Espresso” di lini serang.
Di balik nama-nama besar itu, Hayes juga menyelipkan empat pemain tanpa penampilan senior sebagai bentuk regenerasi. Dua laga melawan Spanyol pada 10 dan 13 Oktober nanti akan menjadi ujian pertama sekaligus ajang pembuktian bagi kedalaman skuat yang ia bangun. Bagi para pemain yang baru kembali maupun yang baru masuk, dua pertandingan itu adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka pantas bertahan di skuat ini.
