Pelatih Paris St-Germain, Luis Enrique, mengaku terkejut setelah Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League. Ia pun berharap klub raksasa Inggris itu tetap bisa terhindar dari sanksi yang memberatkan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Etihad Stadium pada Selasa, sehari sebelum PSG bertandang ke markas Man City di Liga Champions.
Menurut Enrique, kabar itu memang terdengar mengejutkan, tetapi semua pihak harus tetap menghormati proses yang sedang berjalan. Ia menilai keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan otoritas berwenang dan pengadilan. Karena itu, ia memilih menunggu hasil resmi sebelum berbicara lebih jauh soal nasib Manchester City.
Enrique juga menyoroti bahwa klub-klub besar kerap dikelilingi banyak “kebisingan” di luar lapangan. Ia menegaskan, hal semacam itu wajar terjadi pada tim sekaliber Manchester City. Baginya, yang terpenting adalah menunggu keputusan final dari pihak yang berwenang.
Reaksi Luis Enrique soal Sanksi Manchester City
Luis Enrique menuturkan bahwa hal pertama yang ia dengar soal vonis tersebut adalah sebuah kejutan. Meski begitu, ia menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. Ia tidak ingin berandai-andai dan memilih menunggu hingga keputusan final benar-benar keluar.
Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab mengambil keputusan berada di tangan otoritas, bukan pelatih atau klub. Namun, bila berbicara murni soal sepak bola, ia menilai Manchester City pantas meraih trofi-trofi yang telah mereka menangi. Enrique bahkan menyebut dirinya menyukai gaya permainan tim tersebut.
Bagi Enrique, gelar yang diraih di atas lapangan tetap sah karena didapat melalui performa nyata para pemain. Karena itu, ia berharap City bisa melewati persoalan ini tanpa sanksi. Kendati demikian, ia kembali menegaskan bahwa semuanya masih harus menunggu keputusan resmi.
Duduk Perkara: Temuan Komisi Independen dan 115 Dakwaan
Komisi independen menilai Manchester City melanggar aturan selama kurun sembilan tahun, tepatnya antara 2009 dan 2018. Pelanggaran itu dilakukan dengan membuat kontrak “palsu” bersama mitra komersial untuk menyalurkan lebih dari £830 juta secara diam-diam ke dalam operasional sepak bola klub. Temuan inilah yang membuat City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 dakwaan yang menjerat mereka.
Manchester City sendiri membantah seluruh tuduhan dan menegaskan bahwa mereka tidak bersalah. Klub telah mengajukan banding atas keputusan tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa perkara belum tuntas dan masih akan bergulir melalui proses hukum lanjutan.
Dampak bagi City, PSG, dan Laga di Etihad
Laga melawan PSG menjadi pertandingan kandang pertama Manchester City setelah vonis bersalah dijatuhkan. Pertemuan itu mempertemukan City dengan juara bertahan Liga Champions sehingga sarat makna, baik dari sisi kompetisi maupun suasana di stadion. Tekanan dari luar lapangan diperkirakan tetap terasa meski pertandingan berlangsung di kandang sendiri.
Luis Enrique mengingatkan bahwa apa pun situasinya, sebuah pertandingan tetap harus dinilai dari sisi sepak bolanya. Ia menyebut Manchester City sebagai tim yang bermain indah, dengan pencapaian luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, trofi yang diraih selama ini memang pantas mereka dapatkan di atas lapangan.
Ia menambahkan, segalanya kini tinggal menunggu apa yang akan diputuskan otoritas atau hakim. Karena itu, ia berharap proses berjalan baik untuk Manchester City. Namun ia tak menampik bahwa hasil akhirnya tetap berada di luar kendali siapa pun yang ada di lapangan.
Enrique, Guardiola, dan Konteks Kepemilikan Klub
Enrique memiliki hubungan dekat dengan mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Guardiola diperkirakan kembali ke Etihad Stadium pada Rabu untuk pertama kalinya sejak meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Selama sepuluh tahun menangani City, ia mengantarkan 20 trofi bagi klub tersebut.
Dari sisi kepemilikan, Manchester City dibeli seharga £200 juta pada 2008 oleh Abu Dhabi United Group, yang dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Ia merupakan anggota senior keluarga penguasa Abu Dhabi dan kini menjabat wakil presiden serta wakil perdana menteri Uni Emirat Arab. Sementara itu, PSG dimiliki oleh Qatar Sports Investment.
Menariknya, kedua klub pernah didenda Uefa pada 2014 karena melanggar aturan keuangan. PSG saat itu bersikeras bahwa mereka selalu beroperasi sesuai regulasi yang berlaku. Sejarah ini menunjukkan bahwa persoalan aturan keuangan bukan hal baru bagi dua klub yang kini bersua di Liga Champions.
Menakar Laga dan Komentar Ousmane Dembele
Penyerang Prancis milik PSG, Ousmane Dembele, menilai waktu pertandingan tidak terlalu menentukan sulit atau tidaknya menghadapi Manchester City. Menurutnya, laga melawan City selalu berat, baik ketika klub sedang dalam momen baik maupun buruk. Ia menyebut City memiliki tim berkualitas tinggi, pemain kelas dunia, dan pelatih top.
“Selalu sulit, terlepas dari ini momen yang baik atau buruk,” ujar Dembele. Ia menegaskan bahwa kualitas skuad City membuat laga ini tetap menantang dijalani. Karena itu, ia menilai melawan Manchester City memang tidak pernah mudah, apa pun situasi yang sedang dihadapi klub tersebut.
Penutup
Pernyataan Luis Enrique menegaskan bahwa ia memilih bersikap hati-hati terhadap proses hukum yang menimpa Manchester City. Meski terkejut, ia menekankan pentingnya menghormati keputusan akhir otoritas dan menilai City berdasarkan pencapaian di lapangan. Baginya, trofi yang diraih City di atas lapangan tetap pantas diakui.
Di sisi lain, Manchester City masih berjuang membela diri melalui banding atas vonis bersalah tersebut. Laga melawan PSG di Etihad menjadi sorotan tambahan karena menjadi pertandingan kandang pertama pasca vonis. Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada keputusan otoritas dan proses banding yang tengah berjalan.
