Rodri resmi gabung Barcelona dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar £65 juta. Gelandang asal Spanyol yang juga peraih Ballon d’Or 2024 itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Nou Camp. Dengan kepindahan ini, Rodri kembali ke sepak bola Spanyol untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Atletico Madrid pada 2019.
Di usianya yang ke-30, Rodri datang ke Barcelona dengan status pemain kunci yang siap membawa ambisi besar klub Katalan tersebut. Kehadirannya juga menjadi suntikan mentalitas juara setelah ia membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia musim panas lalu dan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Barcelona pun mendapatkan sosok gelandang elite yang diharapkan menjadi motor permainan tim asuhan Hansi Flick musim ini.
Detail Transfer Rodri ke Barcelona
Barcelona akhirnya mencapai kesepakatan dengan Manchester City setelah tawaran awal mereka sebesar £38,5 juta ditolak. Nilai akhir transfer ini dilaporkan mencapai angka di kisaran £65 juta, jauh di atas tawaran pembuka yang diajukan klub Katalan tersebut. Kesepakatan itu sekaligus mengakhiri drama negosiasi yang berlangsung alot di bursa transfer musim panas ini.
Pada hari Senin, Rodri terbang ke Barcelona dan sempat menyampaikan kepada wartawan di bandara bahwa bermain untuk klub Katalan itu adalah sebuah “mimpi”. Setibanya di sana, ia langsung menjalani proses penyelesaian transfer bersama pihak klub. Kontrak empat tahun yang ditandatanganinya menegaskan bahwa Barcelona sangat serius menjadikannya pilar lini tengah untuk jangka panjang.
Kronologi Rodri Gabung Barcelona
Rodri sebenarnya berada dalam 12 bulan terakhir kontraknya bersama City yang ia tandatangani pada 2022. Manchester City sempat ingin memperpanjang kerja sama, tetapi negosiasi tidak membuahkan hasil. Kondisi ini pun membuat masa depannya di Etihad menjadi tanda tanya besar sepanjang bursa transfer.
Real Madrid sempat menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangan Rodri. Namun demikian, sumber BBC Sport menyebut Barcelona telah mendapat persetujuan Rodri untuk membuka negosiasi dengan Manchester City. Artinya, sang pemain memberi lampu hijau kepada Barcelona untuk bergerak lebih dulu dibandingkan klub-klub peminat lainnya.
Menariknya, pada bulan Maret lalu Rodri sempat berbicara kepada radio Spanyol soal kemungkinan bergabung dengan Real Madrid. Ia mengatakan bahwa banyak pemain yang mengambil jalur tersebut dan tidak mungkin menolak klub terbaik di dunia. Namun pada akhirnya Real Madrid menghentikan minat mereka, dan Barcelona pun memanfaatkan celah itu untuk mengamankan jasa sang gelandang.
Kata Rodri: Siap Rasakan Kegembiraan Lagi
Rodri mengaku sangat bahagia dan antusias menghadapi babak baru dalam kariernya. Ia menyebut tantangan segar ini sebagai kesempatan untuk mengalami hal-hal baru dan merasakan kembali kegembiraan dalam bermain sepak bola. “Saya sangat bahagia dan antusias dengan tahap baru dalam karier saya ini,” ujarnya.
“Saya datang ke klub yang sangat ambisius dan benar-benar cocok dengan kepribadian saya. Saya akan mencoba membantu dengan segala cara demi mencapai tujuan kami musim ini,” kata Rodri dalam pernyataan resminya. Ia juga berbicara tentang pelatih asal Jerman, Hansi Flick, yang menurutnya akan banyak memberi pengaruh positif bagi kariernya. Rodri menilai gaya bermain Flick agak berbeda dari yang pernah ia alami sebelumnya, sehingga pengalaman ini diyakini akan memperkaya permainannya.
Warisan Rodri di Manchester City
Kepergian Rodri meninggalkan jejak yang sangat mendalam di Manchester City. Selama tujuh musim membela The Citizens, ia mencatatkan 298 penampilan dan memenangi 12 gelar besar. Rinciannya mencakup empat gelar Premier League, dua Piala FA, tiga Piala EFL, serta Liga Champions pada 2023.
Dua musim terakhirnya di Manchester sempat terganggu oleh cedera. Namun Rodri kembali menunjukkan performa terbaiknya pada Piala Dunia musim panas lalu. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen setelah membawa Spanyol mengangkat trofi untuk kedua kalinya.
Dalam pesan perpisahannya kepada penggemar City, Rodri mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas semua kenangan luar biasa yang ia miliki. Ia juga menegaskan bahwa City tidak hanya membuatnya tumbuh sebagai pemain, tetapi juga sebagai manusia. Menurutnya, Manchester telah membentuk seluruh hidupnya, termasuk momen kelulusan saudaranya dari Manchester Metropolitan University dan karier kekasihnya di NHS.
Dampak bagi Manchester City di Tengah Musim Perombakan
Musim panas ini menjadi periode pergolakan besar bagi Manchester City. Pep Guardiola memutuskan mundur dari jabatan pelatih setelah sepuluh tahun menangani tim. Dua pemain senior, John Stones dan Bernardo Silva, juga hengkang setelah kontrak mereka habis.
City juga telah menjual bek Nathan Ake dan Manuel Akanji serta kiper James Trafford pada musim panas ini. Mereka bahkan hampir menyelesaikan penjualan gelandang Belanda Tijjani Reijnders ke klub Liga Pro Saudi, Al Qadsiah. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa City tengah melakukan regenerasi besar-besaran di skuad mereka.
Di sisi lain, City tidak tinggal diam dengan menggelontorkan dana sebesar £116 juta untuk mendatangkan gelandang Inggris Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Klub juga sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Lille untuk merekrut gelandang muda asal Maroko, Ayyoub Bouaddi. Dengan begitu, City tampaknya sedang menyusun ulang kekuatan tim untuk menghadapi era baru tanpa Guardiola.
El Clasico Bisa Jadi Panggung Reuni Rodri dan Bernardo Silva
Salah satu sub-plot menarik dari transfer ini adalah potensi pertemuan Rodri dengan mantan rekan setimnya, Bernardo Silva. Silva bergabung dengan Real Madrid setelah kontraknya di City habis. Duel keduanya pun bisa tersaji di ajang El Clasico musim ini.
Barcelona yang kini diperkuat Rodri jelas akan tampil lebih solid di lini tengah. Pertemuan melawan Real Madrid bakal menjadi ujian menarik bagi adaptasi Rodri bersama Hansi Flick. Apalagi persaingan gelar di La Liga diprediksi berjalan sengit dengan hadirnya pemain-pemain bintang di kedua kubu.
Transfer Rodri ke Barcelona menjadi salah satu pergerakan terbesar di bursa transfer musim panas ini. Kombinasi pengalaman, kualitas teknis, dan mentalitas juara yang ia bawa diharapkan mampu mengangkat daya saing Barcelona di kompetisi domestik maupun Eropa. Kehadirannya juga memberi dimensi baru bagi permainan Hansi Flick di lini tengah.
Bagi Manchester City, kepergian Rodri menutup satu era sukses, tetapi klub telah bergerak cepat membangun skuad baru. Kini semua mata akan tertuju pada bagaimana Rodri beradaptasi setelah resmi gabung Barcelona. Jika berjalan mulus, bukan tidak mungkin gelandang berusia 30 tahun itu menjadi kunci kembalinya Barcelona ke puncak kejayaan.
