Lisandro Martinez Kritik Man United, Jason Wilcox Jadi Sorotan

Kritik Lisandro Martinez terhadap manajemen Manchester United kembali menyeret nama Jason Wilcox ke pusat sorotan. Setelah kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid, bek asal Argentina itu melontarkan pernyataan tajam kepada publik: ia berharap ada ambisi yang lebih besar dari direktur teknis klub. Sebutan jabatan yang ia pakai memang tidak sepenuhnya tepat, tetapi tidak ada keraguan siapa sosok yang ia maksud, mengingat Wilcox adalah direktur sepak bola Manchester United.

Peristiwa ini bukan insiden pertama yang melibatkan Wilcox. Hampir sepuluh bulan lalu, ia juga berada di garis tembakan ketika Ruben Amorim menggelar konferensi pers pascapertandingan yang memicu pemecatannya. Bagi sebagian pengamat, ucapan Martinez menegaskan bahwa persoalan di Old Trafford bukan sekadar hasil buruk di lapangan, melainkan soal arah kepemimpinan klub yang dianggap belum beres sejak lama.

Kritik Lisandro Martinez dan Sorotan ke Jason Wilcox

Momen itu terjadi ketika Martinez berbicara sebagai pewawancara pascapertandingan untuk penyiar Amerika Serikat, CBS. Legenda Manchester United sekaligus mantan kiper Peter Schmeichel berusaha mengalihkan pembicaraan dari topik jendela transfer musim panas mantan klubnya, sampai empat kali. Namun pada setiap kesempatan, bek Argentina itu menolak dialihkan dan tetap bertahan pada pokok persoalannya.

Menurut Martinez, ia merasa penting untuk bersuara dengan cara seperti itu. “Kami tidak punya skuad terbaik saat ini dibandingkan tim-tim papan atas lain,” ujarnya. “Saya tidak akan menutup mulut. Kami butuh lebih banyak ambisi. Kalau kami tidak mengatakan kebenaran, tidak akan ada yang berubah.”

Keluhan itu sejalan dengan informasi yang dihimpun BBC Sport dari sumber di ruang ganti selama musim panas. Klub disebut perlu mendatangkan lebih banyak pemain daripada tiga nama yang akhirnya datang, yakni Andrey Santos, Youri Tielemans, dan Carlos Baleba. Posisi yang paling jelas membutuhkan tambahan pun disebut sudah “cukup kentara”: bek kiri dan penyerang. Sumber lain yang mengetahui seluk-beluk kerja internal Old Trafford bahkan menggambarkan situasi saat ini sebagai “kekacauan”.

Bayang-Bayang Kasus Amorim di Leeds

Untuk memahami kenapa ucapan Martinez berdampak besar, perlu melihat kembali peristiwa hampir sepuluh bulan lalu. Kala itu Wilcox berada dalam posisi yang tidak nyaman setelah Ruben Amorim menggelar konferensi pers pascapertandingan yang meledak di Leeds dan menjadi pemicu pemecatannya. Amorim saat itu mengungkapkan kekesalannya karena direktur sepak bola klub dinilai secara halus menyarankan perubahan taktik menjelang laga sebelumnya melawan Wolves.

Dalam kesempatan itu Amorim berkata: “Saya akan menjalankan tugas saya, dan setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, harus menjalankan tugasnya masing-masing.” Pernyataan tersebut dibaca luas sebagai sindiran terbuka terhadap struktur kepemimpinan di atasnya.

Kurang dari 24 jam setelah teguran itu, Amorim dipecat, dan perhatian publik langsung tertuju pada seberapa besar peran Wilcox dalam rangkaian peristiwa tersebut. Kini, pola serupa seolah terulang: seorang figur di dalam tim kembali menyorot kinerja kepemimpinan olahraga klub, dan Wilcox kembali menjadi sasaran.

Kontrak Martinez, Spekulasi, dan Kepentingan Pribadi

Martinez beralasan bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk bicara terbuka, dan banyak pendukung Manchester United menyambut baik sikap tersebut. Dalam pandangan mereka, ia sedang menunjukkan kelemahan dalam struktur kepemimpinan klub yang selama ini jarang dikritik secara terang-terangan oleh pemain. Namun di balik itu, ada sejumlah kenyataan dasar yang juga layak dipertimbangkan.

Kontrak Martinez berakhir pada akhir musim ini, dan Manchester United memegang opsi untuk memperpanjangnya satu tahun lagi. Dengan bersuara keras terhadap figur senior di klub, muncul pertanyaan apakah ia berupaya memastikan opsi itu tidak diaktifkan, sehingga ia bisa pergi tanpa biaya transfer pada musim panas atau dengan harga yang lebih rendah pada Januari. Sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemain maupun klub yang menegaskan motif di balik sikapnya.

Selain itu, Martinez diketahui bersahabat baik dengan bek Atletico Madrid, Cristian Romero, dan keduanya sempat berbicara setelah laga tersebut. Romero sendiri dikenal pernah melontarkan kritik keras terhadap hierarki Tottenham pada musim lalu, sehingga pola sikap semacam ini bukan hal baru di lingkaran keduanya.

Dilema Michael Carrick dan Ruang Ganti yang Panas

Secara internal, komentar Martinez jelas menimbulkan masalah tambahan. Pelatih kepala Michael Carrick sempat mengelak ketika ditanya soal ledakan kritik tersebut seusai pertandingan, tetapi ia dipastikan akan menghadapi pertanyaan yang lebih menekan saat berbicara kepada media sebelum lawatan ke Leeds pada hari Minggu. Tekanan itu datang pada saat yang kurang menguntungkan, karena hasil pertandingan jauh lebih mendesak untuk dibenahi.

Pemain-pemain yang dijadwalkan bicara menjelang laga di Elland Road juga akan menerima pertanyaan serupa. Ketika Youri Tielemans ditanya soal ini oleh Amazon Prime pada Selasa malam, ia hanya menjawab “tanpa komentar”. Mengingat isi kritik Martinez menyangkut kebijakan rekrutmen, Tielemans sebenarnya berhak bertanya balik kepadanya secara langsung, apakah ia termasuk salah satu yang dimaksud.

Carrick pun dituntut mengelola dinamika ruang ganti yang sensitif di tengah kebutuhan akan fokus kolektif untuk memenangi cukup banyak pertandingan demi mempertahankan posisinya. Sumber yang mengenal sang pelatih dengan baik meyakini tidak ada orang yang lebih tepat menangani gejolak seperti ini, dan justru pada masa krisis ketenangan bawaannya menjadi kekuatan utama. Akan tetapi, setelah lima pertandingan tanpa kemenangan, situasi ini adalah masalah yang jelas tidak ia butuhkan.

Posisi Jason Wilcox dan Strategi Rekrutmen yang Dipertanyakan

Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa posisi Wilcox tidak sedang terancam. Sumber di Manchester United menyatakan pria berusia 55 tahun itu tidak berada dalam bahaya kehilangan pekerjaannya. Departemen rekrutmen klub justru sedang menyusun daftar target potensial untuk Januari, karena diakui bahwa strategi yang tidak mendatangkan pesaing bagi Luke Shaw di posisi bek kiri dan tidak menambah penyerang pendukung bagi Benjamin Sesko memang punya kelemahan.

Kedua pemain itu sudah absen pada laga-laga musim ini. Sesko bahkan harus menepi untuk waktu yang belum dapat ditentukan setelah cedera tulang keringnya kambuh, masalah yang pertama kali muncul pada Mei dan membuatnya tidak ambil bagian sama sekali dalam laga pramusim Manchester United.

Berbeda dengan kebiasaan di sejumlah negara sepak bola besar di Eropa daratan, direktur olahraga atau direktur teknis di Inggris tidak diharapkan rutin berbicara kepada media. Mantan direktur sepak bola United, Dan Ashworth, hanya melakukannya sekali selama lima bulan bertugas, dan itu pun saat mendampingi CEO Omar Berrada.

Satu-satunya wawancara panjang Wilcox sejak ia diangkat pada April 2024 adalah dengan media internal United, dan beberapa jawabannya cukup mencolok. “Pada dasarnya saya ini seorang pelatih,” kata mantan pemain sayap Blackburn Rovers dan Leeds United yang sempat lama menangani akademi Manchester City itu. “Saya pelatih dari dalam, meskipun saya tahu pekerjaan saya sekarang berbeda. Itu kekuatan dalam peran saya, tapi juga menimbulkan sedikit masalah karena saya selalu ingin ikut campur dalam apa yang dilakukan para pelatih.”

Soal cara mengelola tekanan, Wilcox pernah berujar bahwa istrinya akan tahu kapan ia tenggelam dalam frustrasi, dan ia memilih memulihkan energi sendirian, berjalan kaki bersama anjingnya. Ia juga hanya beberapa kali berbicara singkat kepada media seusai pertandingan, misalnya setelah kemenangan 2-1 di Crystal Palace pada November lalu ketika ia meminta jurnalis “mempercayai prosesnya”, serta di Gothenburg seusai laga pramusim melawan Paris St-Germain ketika ia memuji potensi duet Tielemans dan kapten Bruno Fernandes.

Rekrutmen pada musim panas 2025 sempat mendapat pujian, ketika Senne Lammens didatangkan dan mengalahkan pilihan Amorim, Emi Martinez, sementara Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Sesko dinilai menyegarkan lini serang. Namun penilaian masih menggantung untuk pemain-pemain yang dibeli dengan belanja musim panas tahun ini senilai £155 juta: Baleba yang melewatkan enam pekan pertama musim ini karena cedera, Santos yang menjadi pemain pengganti tak terpakai dalam tiga laga terakhir Premier League, serta Tielemans yang performanya naik-turun. Sumber-sumber pun mempertanyakan strategi secara keseluruhan, khususnya alasan mendatangkan Tielemans yang profilnya mirip pemain internasional Inggris Kobbie Mainoo meski dengan harga £35 juta, dan apakah £50 juta untuk Santos lebih baik dialokasikan bagi pemain yang langsung menjadi pilihan utama.

Erosi Kepercayaan pada Ineos dan Ratcliffe

Kepercayaan sebagian pendukung Manchester United terhadap kepemilikan minoritas Ineos, yang disepakati pada Malam Natal 2023, terus terkikis. Mereka bisa melihat bagaimana performa klub-klub lain yang juga dipengaruhi Ineos: Nice berada di peringkat kesembilan Liga Prancis, sementara Lausanne-Sport terpuruk di dasar klasemen Liga Swiss. Kondisi itu tidak memberi kesan adanya visi sepak bola yang lebih luas dan membuahkan hasil nyata.

Di Old Trafford, pertanyaan serupa muncul untuk musim ketiga berturut-turut menyangkut pelatih yang mendapat dukungan penuh dari hierarki pada musim panas. Erik ten Hag dipecat setelah sembilan pertandingan Premier League pada 2024, sedangkan Amorim menyusul setelah 20 pertandingan pada musim lalu. Pola ini memperkuat anggapan bahwa dukungan di jendela transfer tidak diikuti perencanaan jangka panjang yang jelas.

Pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe juga disalahkan sebagian penggemar karena menaikkan harga tiket dan menjalankan apa yang oleh klub disebut sebagai investigasi penjualan tiket ilegal di kalangan pemegang tiket musiman. Sebagian suporter menilai langkah tersebut sebagai upaya mendorong mereka keluar demi memberi ruang bagi pendukung “turis”.

Dalam laporan keuangan terbaru, total utang Manchester United tercatat £1,1 miliar. Sejumlah penggemar mengkritik keputusan membelanjakan £63,5 juta untuk membeli lahan bagi stadion baru berkapasitas 100.000 penonton, yang diperkirakan menelan biaya lebih dari £2 miliar, alih-alih memakai dana itu untuk memperkuat skuad Carrick.

Kesimpulan

Kritik Lisandro Martinez menempatkan Jason Wilcox kembali di pusat perhatian, hampir setahun setelah kasus Amorim di Leeds mengguncang kursi kepemimpinan olahraga Manchester United. Meski begitu, posisi Wilcox disebut aman, dan perhatian klub kini justru beralih ke perbaikan strategi rekrutmen menjelang Januari, terutama untuk menutup kebutuhan di posisi bek kiri dan penyerang.

Yang lebih pelik adalah dampak internalnya. Carrick harus menenangkan ruang ganti, menghadapi pertanyaan media yang makin tajam, dan tetap mengejar kemenangan setelah lima laga tanpa hasil maksimal. Di luar itu, kegelisahan suporter terhadap kepemilikan Ineos, harga tiket, dan besarnya utang klub menunjukkan bahwa persoalan Manchester United musim ini jauh melampaui satu pernyataan pemain di depan kamera.