Man City Cari Pengganti Rodri, Enzo Maresca Buka Suara

Manchester City akan mencari pengganti Rodri setelah kapten Timnas Spanyol itu hengkang ke Barcelona, juara La Liga, pada pekan ini. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh manajer Enzo Maresca di tengah gejolak bursa transfer yang sedang dihadapi klub asal Manchester tersebut. Ia menegaskan bahwa klubnya tidak akan tinggal diam menghadapi kepergian salah satu pemain terbaiknya.

Kepergian Rodri tentu menjadi pukulan besar bagi Man City. Pemain berusia 30 tahun itu bukan sekadar gelandang biasa, melainkan sosok kunci yang mengantarkan The Citizens meraih berbagai gelar bergengsi sepanjang kariernya di Etihad Stadium. Kini, pertanyaan terbesarnya adalah siapa yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkannya.

Rodri Resmi Bergabung dengan Barcelona

Rodri memutuskan meninggalkan Manchester City setelah tujuh musim memperkuat tim tersebut. Selama periode itu, ia menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dengan segudang pencapaian gemilang. Perkembangannya yang pesat menjadikannya tulang punggung permainan Man City di lini tengah.

Puncak pencapaiannya datang ketika ia memenangkan Ballon d’Or 2024, empat gelar Premier League, serta menjadi pencetak satu-satunya gol di final Liga Champions 2023. Pada musim panas ini, Rodri juga memimpin Timnas Spanyol meraih gelar juara dunia. Setelah itu, ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Nou Camp.

Barcelona dilaporkan setuju membayar biaya transfer di kisaran £65 juta untuk mengamankan jasa Rodri. Kepindahan ini sekaligus menandai berakhirnya era panjang salah satu gelandang paling berpengaruh yang pernah dimiliki Man City. Dengan begitu, Man City harus segera bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak dari kepergiannya.

Warisan Rodri di Manchester City

Selama kurang lebih tujuh tahun berkarier di Man City, Rodri tercatat tampil di hampir 300 pertandingan. Ia menjadi jangkar lini tengah yang sangat diandalkan dalam skema permainan klub, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari gol dan assist, tetapi juga dari cara ia mengatur ritme permainan tim.

Menariknya, kontrak Rodri saat itu hanya tersisa 12 bulan terakhir. Meskipun Man City telah menawarkan perpanjangan kontrak, negosiasi antara kedua belah pihak tidak membuahkan hasil. Jalan menuju Barcelona pun akhirnya terbuka lebar setelah pembicaraan menemui jalan buntu.

Kehilangan pemain sekaliber Rodri jelas bukan perkara sepele. Namun, Maresca tampaknya tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan. Ia justru melihat situasi ini sebagai bagian dari siklus alami yang juga pernah dialami Man City sebelumnya.

Strategi Maresca Mencari Pengganti Rodri

Maresca menegaskan bahwa Man City akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan pengganti Rodri yang tepat. “Bagaimana kami menyelesaikan masalah itu? Kami mencoba menemukan pengganti Rodri, memang seperti itulah adanya,” ujar Maresca. Ia menerima kenyataan ini dengan lapang dada dan menganggapnya sebagai tantangan yang harus dihadapi.

Manajer asal Italia itu juga mengingatkan bahwa sebelum datang ke Man City, Rodri belum memiliki sederet gelar bergengsi seperti Ballon d’Or atau Liga Champions. “Saat Rodri tiba di sini, ia belum memenangkan Ballon d’Or, belum memenangkan Liga Champions, belum memenangkan Piala Dunia Antarklub. Ia bergabung dengan klub, lalu mencapai banyak hal penting,” tambahnya.

Maresca pun menarik paralel dengan sejarah Man City yang selalu mampu menemukan pengganti yang tepat untuk para pemain legendarisnya. Ia mencontohkan ketika David Silva pergi dan Kevin De Bruyne datang, atau ketika Sergio Aguero hengkang dan Erling Haaland muncul sebagai penerusnya. Pola yang sama juga terjadi ketika Fernandinho meninggalkan klub dan Rodri datang sebagai penggantinya.

“Ketika mereka pergi, Anda harus pandai merekrut pemain berikutnya. Mereka semua mirip — David, Kevin, Fernandinho, Rodri, Erling. Ini normal, ini perubahan, bukan masalah. Kami mencoba melakukan hal yang benar,” pungkas Maresca.

Man City Sibuk di Bursa Transfer

Man City diprediksi akan tampil sibuk di sisa bursa transfer yang hanya menyisakan sekitar sepuluh hari. Klub telah lebih dulu merekrut gelandang Timnas Inggris, Elliot Anderson, dari Nottingham Forest dengan biaya rekor klub mencapai £115 juta. Langkah ini menunjukkan bahwa The Citizens tidak berniat tinggal diam meski baru saja kehilangan Rodri.

Selain Anderson, Man City dikabarkan masih dalam pembicaraan lanjutan untuk mendatangkan bintang asal Maroko milik Lille, Ayyoub Bouaddi. BBC Sport melaporkan bahwa klub juga belum menyerah mengamankan tanda tangan Enzo Fernandez dari Chelsea. Ada pula ketertarikan pada Alex Scott dari Bournemouth dan Alexis Mac Allister dari Liverpool.

Di sisi lain, Tottenham Hotspur telah menyepakati biaya transfer sebesar £75 juta untuk winger asal Brasil, Savinho. Spurs juga tengah bernegosiasi untuk mendatangkan rekan setim Savinho di Man City, Omar Marmoush. Ini menandakan bahwa Man City tak hanya sibuk mendatangkan pemain baru, tetapi juga melepas sejumlah pemain yang tidak masuk dalam rencana musim ini.

Menanggapi dinamika tersebut, Maresca mengaku tetap tenang dan menilai situasi ini hampir sama dengan yang dialami mayoritas klub lain. “Masih ada sepuluh hari lagi, semoga kami bisa melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa klub tidak akan menahan pemain yang ingin pergi, sembari menunggu langkah terbaik hingga pekan terakhir bursa transfer.

Kepergian Rodri menjadi ujian besar bagi Maresca dan manajemen Man City. Keberhasilan menemukan sosok pengganti yang setara akan menentukan apakah The Citizens mampu mempertahankan dominasinya di papan atas sepak bola Inggris dan Eropa. Sejarah menunjukkan bahwa klub ini jarang kehilangan arah ketika menghadapi kepergian pemain bintangnya.

Dengan waktu yang masih tersisa di bursa transfer, publik menanti langkah konkret berikutnya dari Man City. Pencarian pengganti Rodri memang tidak akan mudah, tetapi jika ada klub yang punya rekam jejak bagus dalam hal ini, itu adalah Manchester City. Yang jelas, musim depan akan menjadi babak baru bagi tim asuhan Enzo Maresca.