Rob Dieperink Meninggal Dunia di Usia 38, Sempat Dicoret dari Piala Dunia

Wasit Belanda Rob Dieperink Tutup Usia

Dunia sepak bola Belanda berduka. Wasit asal Belanda, Rob Dieperink, meninggal dunia pada usia 38 tahun. Kabar duka ini datang hanya beberapa pekan setelah ia dicoret dari daftar ofisial Piala Dunia 2026 karena terlibat dalam penyelidikan polisi di Inggris. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekannya di Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Rob Dieperink sebelumnya terpilih sebagai asisten wasit video (VAR) untuk turnamen musim panas ini. Namun, pada Mei lalu, FIFA secara resmi menghapus namanya dari daftar ofisial Piala Dunia. Proses hukum yang sedang berjalan disebut menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Kronologi Kasus yang Menimpa Rob Dieperink

Pada April 2025, Dieperink ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London setelah ada laporan mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap seorang remaja laki-laki. Kasus ini kemudian dihentikan karena tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum. Meski demikian, dampak dari penyelidikan itu sudah membuat namanya dicoret dari ajang paling bergengsi di sepak bola.

Menurut pernyataan resmi Kepolisian Metropolitan, petugas merespons laporan pada 9 April tentang dugaan pelecehan yang terjadi di sebuah alamat di Wellesley Road, Croydon. Seorang pria berusia 30-an langsung ditangkap. Setelah penyelidikan menyeluruh yang meliputi pengumpulan rekaman CCTV dan pemeriksaan perangkat digital, polisi menyimpulkan bahwa ambang batas bukti tidak terpenuhi. Tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

Respon Dieperink: “Saya Sangat Dirugikan”

Dalam wawancara dengan harian Belanda De Telegraaf setelah dicoret dari Piala Dunia, Dieperink mengaku sangat kecewa. “Saya sangat sedih karena dituduh secara salah. Sejak awal saya telah bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan polisi dan juga memberikan keterbukaan penuh kepada FIFA, UEFA, dan KNVB,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diterimanya dari KNVB. “Saya berterima kasih atas dukungan dari KNVB dan cara mereka menangani kasus ini. Sayangnya FIFA memutuskan untuk tidak menunjuk saya lagi untuk Piala Dunia. Tentu saja saya kecewa dengan hal itu,” tambahnya.

Dukacita dari KNVB dan FIFA

KNVB menyampaikan rasa terkejut dan duka mendalam atas kepergian Dieperink. “Dengan kepergian Rob, kami kehilangan seorang wasit yang sangat dihargai, tetapi yang terpenting adalah rekan kerja yang baik dan berdedikasi. Pikiran kami tertuju kepada keluarga, teman-teman, dan semua orang yang menyayanginya,” tulis pernyataan resmi KNVB.

FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia juga menyampaikan belasungkawa. “Atas nama seluruh komunitas sepak bola, kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan Asosiasi Sepak Bola Belanda. Semoga ia beristirahat dengan tenang,” demikian bunyi pernyataan FIFA.

Karier Dieperink di Dunia Sepak Bola

Rob Dieperink mulai memimpin pertandingan di Eredivisie sejak 2017. Ia juga pernah bertugas sebagai ofisial VAR di Euro 2024. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah saat ia menjadi VAR pada leg pertama perempat final Liga Konferensi Eropa antara Crystal Palace melawan Fiorentina pada 9 April 2025, laga yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Crystal Palace.

Penyebab kematian Dieperink hingga saat ini belum diungkapkan ke publik. Namun, kepergian pria yang masih berusia 38 tahun ini meninggalkan luka mendalam bagi sepak bola Belanda. Kasus hukum yang sempat membelitnya mungkin sudah berlalu, tetapi duka karena kehilangan seorang rekan sejati tak akan pernah pudar.

Kesimpulan

Kisah Rob Dieperink menjadi pengingat bahwa kehidupan seorang wasit tidak hanya soal keputusan di lapangan. Di balik seragam hitam dan peluitnya, ada manusia dengan perjuangan pribadi yang berat. Kepergiannya yang terlalu dini menyisakan duka, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh penggemar sepak bola tentang pentingnya mendukung satu sama lain, apa pun profesinya.