VAR Official Shaun Evans Kembali Tersancarkan di Piala Dunia 2026
Video Assistant Referee (VAR) official, Shaun Evans, kini kembali menjabat untuk pertandingan antara New Zealand melawan Egypt pada hari Minggu (dilaksanakan pukul 4:00 pagi WIB BST).
Evans yang berasal dari Australia akan berfungsi sebagai asisten VAR untuk Mohammed Khamid dalam pertandingan Grup G di Vancouver. Ini adalah tugas perdana Evans sejak penyelidikan FIFA merahasiakan bahwa perilakunya tidak mencerminkan perbuatan yang tidak pantas saat membuat tanda ‘OK’ mundur dengan jari-jemarinya sebelum kemenangan 7-1 Jerman atas Kura-Kura.
Evans berujar, “Tindakan tangan saya itu adalah gerakan tak sadar dan secara otomatis. Saya menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sengaja untuk mengkomunikasikan pesan atau identitas apapun.” FIFA kemudian menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi, “Setelah penyelidikan, tidak ada bukti pelanggaran Kode Discipliner FIFA.”
Insiden ini langsung menjadi isu hangat di media sosial. Evans mengakui bahwa interpretasi tanda tersebut oleh masyarakat membebani dirinya. Namun, dia menekankan bahwa gerakan tersebut terjadi secara tak sadar dan bukan sengaja.
Video Buktikan Tindakan Tak Sadar
Berdasarkan bukti video dari ruang VAR, Evans mengatakan bahwa tanda ‘OK’ mundur yang dia lakukan itu sebenarnya tidak disadari. Dalam pernyataannya, Evans menjelaskan, “Dalam video, terlihat saya melakukan gerakan yang sama banyak kali sambil menggenggam pena antara jemariku.” Dia juga menambahkan, “Menjaga kesejahteraan kolaborasi di Piala Dunia adalah prestasi terbesar dalam karir saya dan saya berharap dapat mendukung rekan-rekan saya hingga akhir kompetisi.”
Sebelum peristiwa pertandingan Piala Dunia, FIFA telah mengadakan ritual persiapan khusus untuk para wasit. Dalam ritual ini, para wasit bersama timnya melangkah ke sisi lapangan dan nama dan posisinya ditampilkan di layar. Kemudian, gambar berubah menjadi show var team yang sedang berada di hub referei di Dallas.
Dalam video, Evans dilihat berdiri dengan lengan terpendam—dan kemudian membuat tanda ‘OK’ mundur dengan jari-jemarinya. Setelah peristiwa ini, pendekatan ritual pre-match telah berubah. Dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya, para wasit dilihat sibuk dengan layar mereka, dan bukan berpose untuk kamera.
Kesimpulan
Tidak ada tanda-tanda bahwa Evans menyalahi kode etik FIFA. Tindakan tangan tidak sadarnya ini sekarang telah dihapus dari perbincangan, dan dia siap melanjutkan karirnya sebagai VAR official untuk Piala Dunia 2026.
- Evans kembali menjabat sebagai VAR official.
- Pertandingan antara New Zealand vs Egypt akan melibatkannya.
- Bukti video membuktikan bahwa tindakan tersebut tidak sengaja.
Dengan kembalinya Evans, diharapkan dapat mengembalikan reputasi dan kepercayaan publik terhadap peran VAR dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026.
