Cole Palmer dan Morgan Rogers Bersinar, Sanchez Jadi Masalah

Cole Palmer dan Morgan Rogers tampil cemerlang saat Chelsea menaklukkan Fulham 3-2 pada lanjutan Premier League, tetapi performa Robert Sanchez di bawah mistar justru menjadi sorotan. Kemenangan di kandang rival sekota, Craven Cottage, pada Senin itu sekaligus menjadi debut manis bagi Xabi Alonso sebagai pelatih kepala The Blues. Alonso memulai era barunya di Stamford Bridge dengan gaya bermain menghibur berkat ketajaman lini serang anyarnya.

Morgan Rogers, yang menjalani debut setelah diboyong dari Aston Villa dengan rekor klub £117 juta pada musim panas, langsung padu dengan Cole Palmer dan Joao Pedro. Ketiganya tampil destruktif sepanjang laga dan kompak mencetak gol. Namun, di balik kecemerlangan serangan, dua blunder Robert Sanchez nyaris membuat keunggulan Chelsea hilang setelah gol-gol Josh King dan Gonzalo Garcia.

Cole Palmer dan Morgan Rogers Bersinar di Trisula Serang Chelsea

Joao Pedro membuka keunggulan Chelsea hanya dalam 31 detik, menyambut umpan Palmer sebelum mengangkat bola melewati kiper Fulham, Bernd Leno. Ini merupakan gol tercepat Chelsea sejak Oktober 2016. Setelah Josh King menyamakan kedudukan, Rogers menandai debutnya dengan gol dari jarak dekat sebelum turun minum.

Namun, Palmer-lah yang paling menonjol di antara ketiganya. Trik dan kreativitasnya terpampang sepanjang laga, ditambah etos kerja yang mengesankan. Penampilannya kali ini mengingatkan banyak orang pada musim pertamanya di Stamford Bridge, atau saat ia menghancurkan Paris St-Germain di final Piala Dunia Antarklub tahun lalu.

Satu catatan menarik, Palmer menyamai total assist Premier League miliknya musim lalu hanya lewat satu umpan kepada Joao Pedro. Ia juga kini cuma berjarak dua gol lagi dari koleksi 50 gol di Premier League. Jika performa ini bertahan, bukan tidak mungkin lini serang Chelsea menjadi mimpi buruk bagi setiap lawan yang mereka hadapi musim ini.

Kembalinya Cole Palmer yang “Lapar” dan Haus Pembuktian

Palmer menjalani 18 bulan yang frustrasi sejak masalah pangkal paha mengganggu start sensasionalnya di Stamford Bridge. Cedera itu bahkan berujung pada pencoretan namanya dari skuad Inggris untuk Piala Dunia. Karena itu, penampilan impresifnya melawan Fulham terasa seperti pernyataan bangkit dari keterpurukan.

Setelah musim panas digunakan untuk beristirahat penuh, Palmer mengaku siap tampil maksimal. “Selama musim panas saya beristirahat, memulihkan tenaga, dan ya, saya siap dan lapar,” katanya kepada Sky Sports. Ia juga sempat berbicara tentang hasrat membuktikan diri saat tur pramusim Chelsea di Australia, dan mengaku istirahat panjang musim panas terasa tidak biasa setelah tiga tahun beruntun tampil di turnamen besar.

Pujian pun datang dari Gary Neville, mantan bek Manchester United. “Cole Palmer tampil sensasional. Dia dan Morgan Rogers bersama Joao Pedro tampil listrik, trisula lini depan itu brilian,” ujar Neville kepada Sky Sports. “Malam itu adalah Cole Palmer yang lama. Luar biasa untuk disaksikan. Salah satu hal terbaik yang saya lihat akhir pekan ini.”

Duet Sahabat: Palmer dan Rogers Kembali Bersatu

Kedatangan Rogers otomatis mempertemukannya kembali dengan Palmer, mantan rekan setimnya di Manchester City. Usai laga, Rogers bahkan menyebut Palmer sebagai “sahabat terbaik saya di dunia sepak bola”. Ia pun angkat bicara soal performa sang sahabat: “Dia musim lalu kesulitan dengan cedera dan berbagai hal. Anda bisa melihat dari matanya selama pramusim dan latihan bahwa dia siap tahun ini dan siap membuktikan orang salah. Dia pemain terbaik di lapangan, dan itu memang yang dia lakukan.”

Rogers sendiri tampil mengesankan di laga debutnya. Meski pramusimnya dipangkas karena membela Inggris yang finis ketiga di Piala Dunia, ia tetap bugar dan kuat. Ia menjadi pemain Chelsea pertama yang mencetak gol pada debut Premier League sejak Christopher Nkunku pada 2023, sekaligus pemain pertama yang menciptakan lima peluang pada penampilan liga perdananya sejak pencatatan statistik dimulai pada 2003-04. Pendukung Chelsea di tribun tandang bahkan sudah mulai menyanyikan yel-yel baru untuknya.

Joao Pedro melengkapi trio itu setelah dicoret dari skuad Brasil untuk Piala Dunia. Ia menjalani pramusim produktif dengan delapan gol dalam tujuh laga, lalu mewarisi nomor punggung sembilan dari Liam Delap yang tidak masuk skuad pada laga Senin. Alonso pun memuji ketiganya: “Kombinasi yang hebat, kualitas yang hebat. Kami tahu jika kami memberikan bola kepada mereka di posisi yang bagus, mereka punya talenta untuk menciptakan hal-hal spesial,” katanya kepada BBC Match of the Day. Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan lini depannya harus “memimpin yang lain” agar “yang lain mengikuti”.

Robert Sanchez Justru Jadi Titik Lemah Chelsea

Jika lini depan tampil meyakinkan, cerita berbeda terjadi di bawah mistar. Robert Sanchez kembali menjadi biang kerok setelah dua kesalahan berujung gol untuk Fulham. Ia membiarkan tembakan rendah King menembus kakinya untuk gol penyeimbang, lalu menepis lemah tembakan Timothy Castagne ke area berbahaya yang disambut Garcia untuk memicu akhir laga yang menegangkan.

Data makin memperjelas betapa buruknya kesalahan pertama Sanchez. Gol King pada menit ke-23 punya nilai expected goals on target (xGoT) hanya 0,05, menjadikannya tembakan dengan rating terendah yang berbuah gol pada pekan pembuka Premier League. Dengan kata lain, kiper asal Spanyol itu seharusnya mampu mengamankan bola tersebut.

Sanchez sebenarnya sempat melakukan sejumlah penyelamatan lain. Namun, ia juga kebobolan tendangan sudut setelah gagal membuang bola, dan ragu-ragu saat keluar dari garis gawang menghadapi umpan panjang. Antonee Robinson melewatkan sasaran sehingga Sanchez selamat dari kebobolan tambahan.

Kritik Pedas: “Chelsea Tak Akan Juara dengan Sanchez di Gawang”

Jamie Carragher, mantan bek Liverpool yang pernah menjadi rekan setim Alonso, menilai Palmer, Rogers, dan Joao Pedro “sebaik apa pun yang ada di Premier League saat ini”. Namun, ia juga melontarkan peringatan keras. “Mereka tidak akan pernah memenangi liga dengan Sanchez di gawang,” kata Carragher di Sky Sports.

Gary Neville pun sejalan dengan penilaian itu. “Mereka sudah memperkuat semua posisi di lapangan, tetapi Anda tidak bisa mengambil risiko pada posisi kiper,” ujarnya. “Ini posisi paling sulit dan paling banyak disorot. Jika Anda punya kiper yang sering membuat kesalahan dan cemas, itu akan merusak semua yang sedang Anda bangun.”

Menariknya, Alonso justru memilih membela anak buahnya. “Kami perlu menerima dan belajar dari kesalahan itu. Ini akan menjadi sebuah proses,” ujar pelatih asal Spanyol itu. “Semua lini, dari striker, gelandang, pertahanan, hingga kiper, kami ingin lebih baik dalam segala hal.”

Bursa Transfer Masih Terbuka, Perlukah Kiper Baru?

Dalam jumpa pers sebelum laga, Alonso sempat menegaskan bahwa semua pemain harus membuktikan diri. “Lapangan adalah bos dari segalanya. Saya yang memutuskan. Para pemain harus menunjukkan kepada saya,” katanya. Pesan itu jelas juga berlaku untuk Sanchez dan Mike Penders, kiper nomor dua berusia 21 tahun yang menunggu debut setelah kembali dari masa peminjaman di Strasbourg.

Dengan bursa transfer yang masih terbuka, pertanyaan besar pun mengemuka: apakah Chelsea perlu mendatangkan kiper utama anyar? Banyak pendukung The Blues mulai mempertanyakan hal ini, dan kritik dari para legenda hanya akan memperbesar tekanan pada manajemen. Keputusan di bursa transfer bakal menentukan apakah masalah ini tuntas atau justru berlarut-larut.

Carragher menegaskan masalah ini tidak bisa ditunda. “Mereka harus membereskan masalah kiper karena itu akan kembali menghantui mereka musim ini, seperti yang terjadi malam ini,” katanya. Jika tidak segera diatasi, kekhawatiran itu bisa menjadi kenyataan di laga-laga berikutnya.

Kemenangan atas Fulham memberi sinyal positif bagi Chelsea di era Xabi Alonso. Trisula Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Joao Pedro tampak menakutkan dan siap bersaing dengan lini serang terbaik Premier League. Namun, selama Robert Sanchez belum menunjukkan konsistensi, ambisi Chelsea membangun tim yang kompetitif akan terus dipertanyakan.

Paduan serangan tajam dan pertahanan rapuh adalah kombinasi yang berbahaya. Alonso punya pekerjaan rumah besar untuk menyeimbangkan timnya, dan bursa transfer yang masih terbuka bisa menjadi jawaban atas persoalan di bawah mistar. Jika keduanya beres, bukan tidak mungkin Chelsea kembali diperhitungkan sebagai penantang gelar musim ini.