Dua Laga Dua Kekalahan, Eva Olid Manchester United Krisis?

Manchester United Women menelan kekalahan telak 5-0 dari Chelsea pada laga Women’s Super League (WSL) di Leigh, Minggu. Hasil itu menjadi pukulan kedua bagi tim asuhan Eva Olid di Manchester United dalam dua pekan pembuka musim, setelah sebelumnya takluk 2-1 dari London City Lionesses yang dikenal royal belanja pemain.

Yang membuat kekalahan ini terasa lebih menyakitkan bukan hanya skornya, melainkan cara tim bermain. Manchester United Women hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan, satu di antaranya mengarah ke gawang, sementara gawang mereka dibombardir 25 percobaan dan kebobolan lima kali. Direktur operasi sepak bola klub, Ameesh Manek, menyaksikan langsung kekalahan itu dari tribun penonton.

Seberapa Buruk Statistik Awal Musim Manchester United Women?

Ini adalah kali pertama Manchester United gagal meraih kemenangan pada dua laga pembuka WSL sejak musim debut mereka di 2019-20, ketika mereka kalah 1-0 dari Arsenal dan Manchester City. Artinya, catatan buruk ini menyamai titik terendah klub di kompetisi tersebut, meski konteksnya kini berbeda karena tim sedang dalam masa transisi besar.

Dua tembakan yang dicatat United pada laga melawan Chelsea menggambarkan betapa sulitnya mereka keluar dari tekanan. Upaya pertama datang dari Elisabeth Terland pada menit ke-10, namun tembakannya lemah dan mudah diamankan. Tembakan kedua baru lahir 72 menit kemudian melalui pemain pengganti, Lea Schuller, dan itupun diblok di tepi kotak penalti.

Di sisi lain, Chelsea asuhan Sonia Bompastor memindahkan bola dengan kecepatan dan presisi yang tidak sanggup diimbangi United. Pola permainan itu membuat lini pertahanan United terus terpecah, terutama di area sayap, sehingga mereka harus berjibaku menahan gempuran sepanjang laga.

Pelatih Eva Olid mengakui kualitas lawan sebagai salah satu penyebab kekalahan. “Chelsea tim yang bagus dan kami tahu kami harus bertahan. Ketika menguasai bola, kami harus bisa menyimpannya lebih lama. Jangan kehilangan bola dan menciptakan transisi. Tahan bola sampai kami menemukan ruang untuk menembus pertahanan dan menciptakan peluang,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa timnya terlalu sering dilukai dari area sayap dan harus tampil jauh lebih baik.

Perombakan Skuad dan Taruhan pada Pemain Muda

Sebagian pengamat mungkin sudah menduga awal musim yang berat, mengingat United kehilangan sejumlah pemain kunci pada bursa transfer musim panas dan mulai beralih ke model yang lebih berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan pemain muda. Perubahan arah ini otomatis membuat tim kehilangan kualitas instan yang sebelumnya dimiliki.

Melvine Malard, pemain paling produktif United musim lalu dengan 19 keterlibatan gol, dijual ke Chelsea. Bek Millie Turner dan gelandang Lisa Naalsund juga hengkang ke Birmingham City yang baru promosi. Ketiganya merupakan bagian dari skuad United yang menjuarai Women’s FA Cup 2023-24, sehingga kepergian mereka meninggalkan lubang besar di semua lini.

Pemain-pemain baru pun masih dalam proses beradaptasi. Winger asal Swedia, Monica Jusu Bah yang didatangkan dari BK Hacken, hanya menyentuh bola delapan kali selama 63 menit sebelum ditarik keluar. Gelandang Rebeca Bernal menerima kartu kuning pada debutnya setelah masuk dari bangku cadangan, sementara bek sayap Andrea Medina, rekrutan dari Atletico Madrid, menjadi pemain paling mencolok sebelum harus keluar karena cedera pada babak kedua.

Kombinasi antara kehilangan pemain berpengalaman dan minimnya waktu adaptasi bagi para rekrutan anyar membuat United belum menemukan bentuk permainan yang diinginkan Olid. Proses ini memang membutuhkan waktu, tetapi di WSL, waktu biasanya menjadi barang mahal bagi pelatih yang hasilnya belum meyakinkan.

Tekanan pada Eva Olid dan Warisan Marc Skinner

Olid datang ke Manchester United dengan rekam jejak yang menjanjikan setelah membawa Hearts meraih gelar pertama mereka di Scottish Women’s Premier League pada musim lalu. Namun, ia datang tanpa pengalaman melatih di WSL maupun di kompetisi Eropa, sehingga setiap kekalahan akan memicu pertanyaan mengenai keputusannya untuk dipilih.

Pertanyaan itu sulit dihindari mengingat warisan yang ditinggalkan Marc Skinner. Selama lima tahun memimpin, Skinner memang sering menuai perbedaan pendapat di kalangan suporter, tetapi ia tetap membawa klub meraih trofi besar pertama lewat gelar FA Cup, tiga final Piala lainnya, dua kali finis di tiga besar, serta menembus perempat final Women’s Champions League musim lalu.

Kepergian Skinner terjadi setelah munculnya sinyal ketidakpuasan terhadap kurangnya investasi pada skuad, situasi yang sama dialami pendahulunya, Casey Stoney, yang mundur pada 2021. Ada argumen bahwa Skinner sebenarnya tampil melampaui ekspektasi karena bekerja dengan sumber daya yang lebih terbatas dibanding rival-rival United. Klub juga sempat dikritik soal fasilitas latihan, sementara komentar pemilik, Sir Jim Ratcliffe, tentang tim putri turut memicu kemarahan publik.

Dengan konteks tersebut, Olid menyadari bahwa ia memikul tugas besar: mengembangkan pemain muda sekaligus membangun identitas sepak bola menyerang. Itulah alasan ia meminta kesabaran setelah start tanpa kemenangan. “Itu yang saya katakan kepada para pemain, bahwa ini baru permulaan. Ini baru dua pertandingan. Bukan bagaimana Anda memulai, tetapi bagaimana Anda mengakhiri. Sekarang kami perlu belajar dari kesalahan dan tumbuh untuk bangkit dari bawah ke atas, itulah ide kami,” tegasnya.

Apa Kata Para Pemain?

Striker Elisabeth Terland tidak menyembunyikan kekecewaannya atas hasil di Leigh. “Kami tidak pernah menikmati kekalahan dan kami tidak pernah menikmati kalah lima gol. Kami semua ingin menang dan itulah alasan kami bermain sepak bola. Kami tidak bisa berbuat apa-apa soal hasil hari ini, jadi kami harus mengambil pelajarannya dan melangkah maju,” ujarnya.

Meski demikian, Terland menilai gaya permainan yang dibawa Olid menyimpan potensi besar. Menurutnya, bermain di bawah pelatih baru terasa sangat berbeda dan menarik karena Olid menginginkan sepak bola menyerang, penguasaan bola, serta cara bermain yang menyenangkan. “Jika kami bisa membuatnya berjalan, ini akan menjadi cara bermain yang sangat menyenangkan. Butuh banyak waktu untuk beradaptasi karena sangat berbeda dari yang kami lakukan sebelumnya, tetapi jika kami terus berkembang, semuanya akan baik-baik saja,” kata penyerang asal Norwegia tersebut.

Jadwal Berat Menanti Manchester United Women

Ujian bagi Eva Olid di Manchester United belum akan mereda dalam waktu dekat. Pekan depan, timnya bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal, sebelum menjamu West Ham. Pada bulan berikutnya, mereka juga sudah ditunggu pertemuan dengan Liverpool dan Manchester City.

Rangkaian lawan berat itu membuat peluang United kembali kehilangan poin sangat besar, terutama jika masalah dalam penguasaan bola dan pertahanan area sayap belum dibenahi. Setiap hasil buruk berpotensi memperbesar tekanan publik terhadap manajemen, bukan hanya terhadap sang pelatih, karena keputusan merombak skuad besar-besaran berada di tangan klub.

Di sisi lain, WSL musim ini menunjukkan tren yang semakin sulit bagi tim-tim papan tengah. Klub-klub seperti Chelsea dan London City Lionesses berani menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad, sehingga kesenjangan antara tim elite dan tim lain kian melebar. Bagi United, bertahan dengan model pembinaan pemain muda bisa jadi keputusan yang benar dalam jangka panjang, tetapi konsekuensi jangka pendeknya harus siap ditanggung.

Olid sendiri menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras. “Kami tidak akan berhenti. Kami akan terus bekerja keras dan berharap pekan depan kami bisa merasakan kemajuan itu,” ujarnya.

Dua kekalahan beruntun memang belum menentukan arah seluruh musim, terlebih karena United sedang berada di tengah proses transformasi. Namun, statistik dan performa di lapangan menunjukkan bahwa masalahnya lebih dalam daripada sekadar hasil akhir, mulai dari kualitas skuad, adaptasi pemain baru, sampai strategi menghadapi tim-tim besar. Kalau hasilnya tidak segera membaik, kesabaran yang diminta Olid akan menjadi hal paling langka di Manchester United dalam beberapa pekan ke depan.