Marc Guehi: Tekanan pada Argentina di Semi Final Piala Dunia 2026

Inggris vs Argentina: Duel Panas di Semifinal Piala Dunia 2026

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina menyita perhatian publik sepak bola dunia. Laga yang akan berlangsung di Atlanta pada Rabu malam (pukul 20.00 BST) ini menjadi babak penentuan bagi kedua tim untuk merebut tiket ke partai puncak. Bek Inggris, Marc Guehi, dengan tegas menyatakan bahwa tekanan justru berada di pundak Argentina sebagai juara bertahan.

Ini adalah semifinal kedua Inggris dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Namun, The Three Lions belum pernah menembus final sejak menjuarai turnamen pada 1966. Untuk mengubah sejarah tersebut, mereka harus melewati hadangan Argentina—tim yang telah menjadi bagian dari rivalitas klasik sepak bola antarnegara.

Tekanan pada Argentina sebagai Juara Bertahan

Marc Guehi, bek tengah Manchester City berusia 26 tahun, tidak ragu menyebut bahwa beban lebih besar ada pada lawan. “Tekanan ada pada mereka. Mereka adalah juara dunia,” ujar Guehi menjelang laga hidup mati ini.

Pertemuan Inggris dan Argentina di Piala Dunia selalu menyajikan drama. Mulai dari gol ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona pada 1986 hingga kartu merah David Beckham 12 tahun kemudian. Pertandingan kali ini diperkirakan akan berlangsung sengit dan penuh emosi.

Perjalanan Inggris ke Semifinal

Tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke semifinal setelah mengalahkan Norwegia 2-1 melalui perpanjangan waktu. Pertandingan perempat final tersebut disiarkan langsung oleh BBC One dan BBC iPlayer. Delapan tahun lalu di Moskow, Inggris tersingkir di fase yang sama oleh Kroasia meski sempat unggul 1-0 lewat tendangan bebas Kieran Trippier.

Bagi Guehi, laga ini adalah pertandingan seumur hidup. “Kamu melakukan apa pun untuk negaramu,” kata pemain yang sebelumnya membela Crystal Palace itu.

Tuchel dan Isu Internal Tim Inggris

Manajer Inggris Thomas Tuchel menepis isu keretakan hubungan dengan Jude Bellingham. Sebelumnya, Tuchel mengkritik performa tim saat melawan Norwegia dengan mengatakan mereka “beruntung” dan “membuat hidup sangat sulit bagi diri sendiri.” Bellingham yang mencetak dua gol dalam kemenangan itu hanya menjawab, “Ya, terserah,” saat ditanya tentang komentar pelatih.

Tuchel menegaskan tidak ada masalah. “Saya seorang pelatih sepak bola dan saya menuntut yang terbaik, tidak mau menerima standar yang lebih rendah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya dan Bellingham memiliki tujuan yang sama dan tetap lapar akan kemenangan.

Soal respons Bellingham, Tuchel menjelaskan bahwa wawancara pascapertandingan seringkali menangkap momen emosional. “Pewawancara tidak mengatakan bahwa saya memujinya sebagai pemain kelas dunia. Itu pertanyaan negatif. Kami tidak kehilangan tidur karenanya,” jelasnya.

Kondisi Pemain: Declan Rice Siap Tampil

Tuchel juga mengonfirmasi bahwa Declan Rice dalam kondisi siap bermain. Gelandang Arsenal itu ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Norwegia karena sakit menjelang laga perempat final. Namun, pada Selasa ia sudah berlatih penuh. Dengan demikian, hanya Jordan Henderson dan Jarell Quansah yang dipastikan absen di semifinal.

Bagaimana Cara Inggris Menghentikan Messi?

Semifinal ini juga menjadi pertemuan pertama Inggris dengan legenda Argentina, Lionel Messi, di panggung internasional. Tuchel memuji kemampuan Messi sebagai pemimpin yang luar biasa. “Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan caranya membawa tim. Di turnamen ini, dia adalah pemain kunci di setiap tim yang dibelanya,” kata Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu mengakui tantangan besar menghentikan Messi. “Banyak pelatih sudah mencoba. Dia selalu punya solusi lain. Kami tahu kualitasnya dan tahu seberapa besar rintangan yang harus dihadapi,” tambahnya.

Rivalitas dan Politik: Sepak Bola vs Sejarah

Ketegangan politik, terutama terkait Perang Falklands pada 1980-an, sering mewarnai hubungan kedua negara. Setelah kemenangan Argentina atas Mesir di babak 16 besar, pemain Argentina terekam menyanyikan yel-yel yang merujuk pada pulau-pulau tersebut. Namun Tuchel menegaskan bahwa timnya tidak terpengaruh.

“Kami menghormati lawan, tetapi tidak masuk ke dalam peristiwa bersejarah. Ini adalah pertandingan sepak bola besar, dua negara besar yang mencintai sepak bola,” ujarnya.

Peluang Tuchel Cetak Sejarah

Jika menang, Tuchel bisa menjadi manajer keempat yang membawa tim ke final Piala Dunia di luar negara asalnya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah ketika Ernst Happel dari Austria memimpin Belanda pada 1978. Namun, Inggris harus bekerja keras melawan Argentina yang sudah tiga kali mencapai semifinal dalam empat edisi terakhir.

Kesimpulan: Siapakah yang Akan Lolos?

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina bukan sekadar pertandingan biasa. Dengan tekanan besar di pundak Argentina sebagai juara bertahan, Inggris datang dengan kepercayaan diri dan rasa lapar. Marc Guehi dan rekan-rekannya siap memberikan segalanya. Sementara itu, kehadiran Lionel Messi menjadi ancaman utama yang harus diantisipasi. Laga ini dijamin akan menyajikan tontonan epik bagi pencinta sepak bola di seluruh dunia.