Brian Madjo akhirnya mencatatkan debut yang mengesankan bersama Aston Villa, meskipun timnya harus menelan kekalahan 2-1 dari Paris Saint-Germain pada UEFA Super Cup di Salzburg, Rabu. Penyerang berusia 17 tahun itu langsung menunjukkan kualitasnya setelah delapan bulan tidak bisa tampil dalam laga kompetitif. Ia bahkan mencetak gol penyeimbang sebelum akhirnya PSG memastikan kemenangan lewat gol Desire Doue di babak kedua.
Perjalanan Madjo menuju laga ini tidak mudah. Pemain yang didatangkan dari Metz pada Januari dengan nilai transfer £10 juta itu harus menunggu 212 hari sebelum akhirnya diberi kesempatan membela Villa. Ia sebelumnya diblokir FIFA untuk didaftarkan, sampai Villa memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) hanya delapan hari sebelum pertandingan di Austria.
Penantian 212 Hari Brian Madjo dan Pertarungan Regulasi FIFA
Villa sebenarnya sudah berjuang sejak awal tahun untuk mendapatkan izin mendaftarkan Madjo yang bertinggi 6 kaki 4 inci. Masalahnya, pemain di bawah 18 tahun tidak bisa menyelesaikan transfer internasional secara normal. Klub asal Birmingham itu berargumen bahwa Madjo lahir di London sehingga seharusnya dikecualikan, meskipun ia sempat mencatatkan tiga caps untuk Luksemburg di laga persahabatan.
FIFA memang membuka pengecualian untuk pemain di bawah umur, termasuk jika pemain berusia 16 atau 17 tahun pindah di dalam Uni Eropa. Inggris sendiri tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa, sehingga kasus Madjo harus diselesaikan melalui jalur hukum. Villa membawa kasusnya ke CAS pada Juli, dan kemenangan akhirnya datang delapan hari sebelum laga melawan PSG.
Setelah izin itu turun, Madjo langsung dimasukkan ke skuad yang terbang ke Salzburg. Padahal sebelumnya ia tidak tercantum dalam daftar awal pemain. Keputusan itu terbukti tepat karena ia mampu memberi kontribusi nyata di laga besar.
- Madjo bergabung dari Metz pada Januari dengan nilai transfer £10 juta.
- Ia menunggu 212 hari untuk debut kompetitif bersama Aston Villa.
- Villa memenangkan banding CAS delapan hari sebelum laga kontra PSG.
Penampilan Madjo saat Lawan PSG
Dalam laga ini, Emery memilih menurunkan Madjo sebagai ujung tombak. Ollie Watkins diistirahatkan setelah menjalani tugas Piala Dunia, sementara Tammy Abraham memulai laga dari bangku cadangan. Madjo, yang sudah mencetak empat gol pramusim, bersama penyerang muda lain George Hemmings diberi kesempatan tampil, dan ia membayar kepercayaan itu dengan mencetak gol penyama kedudukan, memanfaatkan umpan silang John McGinn dan menahan tekanan bek timnas Ekuador, Willian Pacho, sebelum melepaskan voli.
Sebelum golnya, Madjo sebenarnya sempat membuang dua peluang emas. Ia menyundul bola melewati gawang dari jarak tiga yard dan melepaskan tembakan yang melebar. Namun ia terus merepotkan lini belakang PSG, termasuk bek tengah dan kapten Marquinhos yang sudah 11 kali juara Ligue 1. Golnya sendiri bisa dibilang peluang terberat dari tiga peluang yang ia miliki di babak pertama.
Gol Madjo membatalkan keunggulan PSG yang lebih dulu dicetak Khvicha Kvaratskhelia. Sayangnya, PSG memastikan kemenangan lewat Desire Doue di babak kedua setelah melalui pemeriksaan video assistant referee (VAR). Madjo tampil cakap menggantikan Watkins sebelum akhirnya digantikan oleh Abraham pada 18 menit terakhir.
Pujian Unai Emery dan Dion Dublin untuk Madjo
Manajer Aston Villa, Unai Emery, memuji performa Madjo bukan hanya karena golnya. Menurut Emery, Madjo tampil karena telah menunjukkan kapasitas kerja dan tuntutan tinggi dalam latihan. “Ini bukan hanya soal mencetak gol, tapi juga bertahan dan bagaimana dia memiliki komitmen serta disiplin taktikal. Dia melakukan itu,” kata Emery.
Emery juga menegaskan ingin memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang. Madjo sebelumnya sudah mencetak gol di laga pramusim melawan Walsall dan Real Sociedad. Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa para pemain muda harus tetap konsisten dan tampil di level yang sama jika ingin terus dipercaya.
Mantan penyerang Villa, Dion Dublin, juga memberikan pujian setelah melihat mentalitas Madjo. Dublin menilai pemain 17 tahun itu berani kembali ke posisi mencetak gol setelah gagal memanfaatkan peluang. “Dia senang memikul tekanan di pundaknya. Di usia 17, dia tampak melakukannya dengan mudah,” ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.
Dampak untuk Lini Depan Villa dan Saga Transfer
Ketersediaan Madjo kini memberi Emery opsi dan dilema jelang laga pembuka Premier League melawan Brighton pada 23 Agustus. Villa sebelumnya dikabarkan mencari penyerang anyar, dengan Nicolas Jackson dari Chelsea menjadi target musim panas. Kehadiran Madjo yang tampil impresif bisa mengubah rencana belanja klub, setidaknya dalam jangka pendek.
Villa juga tengah aktif di bursa transfer musim panas ini. Mereka sudah menjual Morgan Rogers ke Chelsea dengan rekor £117 juta dan Youri Tielem
